Sebelumnya kita sudah membahas tentang mengapa asurasi itu hadir. Bila belum, bisa disimak di artikel: Asuransi (Pengertian dan Mekanisme yang perlu Anda ketahui. Nah, pada artikel kali ini kita akan membahas tentang asuransi syariah.

Mungkin Anda penasaran atau masih bertanya-tanya apakah asuransi diperbolehkan atau tidak. Terlebih bagi Anda yang beragama Islam.

Asuransi memang menjadi sistem yang kontroversial. Ia diperdebatkan karena menghadirkan konsep yang “seakan-akan” melawan takdir Tuhan. Pertanyaannya, “benarkah demikian?”

Mari kita mulai dengan definisinya.

Definisi

Asuransi syariah adalah sebuah sistem pertanggungan antara pihak perusahaan asuransi yang menanggung risiko yang dialami oleh nasabahnya sesuai dengan ketentuan syariah.

Bila mengacu pada definisi dari Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia, asuransi syariah adalah usaha saling melindungi dan tolong-menolong di antara sejumlah orang/pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan/atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah.

Asuransi Syariah
sumber: lifepal

Apakah Diperbolehkan? Ini Dalilnya

Betul bahwa asuransi syariah tidak terlepas dari kontroversi yang ada yaitu tentang apakah asuransi itu diperbolehkan atau tidak.

Secara konsep asuransi sebenarnya diperbolehkan, namun ada sistem-sistem yang perlu diperbaiki agar asuransi tersebut sesuai dengan ketentuan syariah.

Acuan atau dalil dari diperbolehkannya asuransi terdapat pada Q.S. Al-Hasyr ayat 18.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

artinya:

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Pada ayat tersebut terdapat poin yang penting yaitu bahwa Allah meminta umat Islam untuk mempersiapkan diri di masa depan. Yap, karena masa depan penuh dengan risiko, itulah perlu ada persiapan.

Kemudian Allah berfirman yang mana ini menjadi makna inti dari asuransi yaitu pada QS. Al-Maidah ayat 2 yang artinya,  “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran””

Landasan berikutnya terdapat pada hadist Nabi SAW yang berbunyi,

Dari Abu Musa r.a. dia berkata. Rasulullah SAW bersabda,”sesungguhnya Marga Asy’ari (Asy’ariyin) ketika keluarganya ada yang menjadi janda karena ditinggal suami (yang meninggal) di peperangan, ataupun ada keluarganya mengalami kekurangan makanan, maka mereka mengumpulkan apa yang mereka miliki dalam satu kumpulan. Kemudian dibagi diantara mereka secara merata. Mereka adalah bagian dari kami dan kami adalah bagian dari mereka.”(HR. Bukhari).

Nah sudah jelas kan landasannya?

Baca Juga: 3 Tips Optimasi Instagram Marketing yang Powerful untuk Bisnis

Asuransi Syariah
sumber: youtube

Mekanisme

Jadi, memang konsep dasar yang dibangun oleh asuransi syariah adalah tolong-menolong. Dalam terminologi Islam ini disebut dengan takafulli/ta’awun.

Lalu, bagaimana mekanisme asuransi syariah bekerja?

Kembali ke konsep dasar bahwa asuransi syariah dibuat dengan prinsip tolong-menolong. Dana yang masuk ke dalam perusahaan disebut dana tabarru atau dana sosial.

Konsepnya mirip seperti urun dana, setiap peserta asuransi akan mengeluarkan uang premi yang itu akan dikolektifkan dengan peserta yang lain.

Ketika ada salah satu peserta yang mengalami risiko seperti kecelakaan, sakit, atau bahkan meninggal maka uang yang digunakan untuk membayar risiko tersebut berasal dari dana tabarru atau dana sosial tersebut yang merupakan kumpulan dari peserta asuransi.

Yap, beginilah konsep tolong menolong dalam asuransi syariah. Konsep yang baik, bukan? Tidak ada unsur maysir atau judi, gharar atau ketidakjelasan dan bebas riba.

Baca Juga: Marketing Mix 7P Sebagai Panduan untuk Para Marketer

Penutup

Mulai tertarik dengan konsep asuransi syariah? Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan Anda tentang dunia asuransi khususnya di bidang syariah.

Silahkan sebarkan artikel ini seluas-luasnya agar yang lain juga bisa merasakan kebermanfaatannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *