Inilah Perbedaan Masing-Masing Indeks Saham Syariah yang Gak Boleh Hilang dari List

930 x 180 AD PLACEMENT

Indeks saham syariah adalah alat penting yang digunakan oleh investor untuk menilai dan memilih saham yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

Di Indonesia, terdapat beberapa indeks saham syariah yang masing-masing memiliki karakteristik dan fokus yang berbeda. Berikut ini adalah penjelasan mengenai perbedaan masing-masing indeks saham syariah yang mudah dipahami.

Jakarta Islamic Index (JII)

Jakarta Islamic Index (JII) adalah salah satu indeks saham syariah paling dikenal di Indonesia. JII terdiri dari 30 saham yang dipilih berdasarkan likuiditas dan kapitalisasi pasar yang tinggi serta kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah.

Karakteristik JII:

  • Komposisi Saham: Hanya mencakup 30 saham yang paling likuid dan berkapitalisasi besar.
  • Frekuensi Evaluasi: Diperbarui dua kali dalam setahun, pada bulan Mei dan November.
  • Kriteria Syariah: Saham yang termasuk harus memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) mencakup seluruh saham syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks ini memberikan gambaran yang lebih luas mengenai performa saham syariah di Indonesia.

Karakteristik ISSI:

  • Komposisi Saham: Mencakup semua saham syariah yang terdaftar di BEI.
  • Frekuensi Evaluasi: Diperbarui setiap enam bulan sekali, yaitu pada bulan Mei dan November.
  • Kriteria Syariah: Mengikuti kriteria syariah yang ditetapkan oleh DSN-MUI dan BEI.

Jakarta Islamic Index 70 (JII70)

Jakarta Islamic Index 70 (JII70) merupakan perluasan dari JII yang mencakup 70 saham syariah. Indeks ini bertujuan untuk memberikan pilihan yang lebih luas bagi investor yang mencari saham syariah yang likuid dan berkapitalisasi besar.

Karakteristik JII70:

  • Komposisi Saham: Terdiri dari 70 saham yang paling likuid dan berkapitalisasi besar.
  • Frekuensi Evaluasi: Diperbarui dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Mei dan November.
  • Kriteria Syariah: Saham yang termasuk harus memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh DSN-MUI.

Perbedaan Utama

Perbedaan utama di antara indeks-indeks saham syariah ini terletak pada komposisi saham yang dimasukkan dan kriteria evaluasinya.

JII dan JII70 lebih fokus pada saham dengan likuiditas tinggi dan kapitalisasi besar, sedangkan ISSI mencakup seluruh saham syariah yang terdaftar di BEI.

Dengan memahami perbedaan ini, investor dapat memilih indeks yang paling sesuai dengan kebutuhan dan tujuan investasi mereka.

Indeks saham syariah tidak hanya membantu dalam mematuhi prinsip-prinsip syariah tetapi juga menyediakan alat untuk mengevaluasi kinerja pasar saham syariah secara lebih komprehensif.

930 x 180 AD PLACEMENT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT